Penerapan Manajemen Pendidikan Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Era Digital


Penulis : Fajar Sulaiman*

Promotor : Dr. Muhammad Husni, M.Pd

*Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Al-Qolam Malang

A.   Pendahuluan


Manajemen pendidikan Islam merupakan upaya strategis dalam mengelola institusi pendidikan Islam agar dapat mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan, yakni mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Di era digital saat ini, pendidikan menghadapi berbagai tantangan, termasuk adaptasi terhadap teknologi, perubahan metode pembelajaran, dan kebutuhan akan peningkatan kualitas pendidikan. Data menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan semakin meningkat. Menurut laporan UNESCO (2020), sekitar 60% sekolah di negara-negara berkembang mulai mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar-mengajar. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana manajemen pendidikan Islam dapat efektif dalam memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas Pendidikan.


Permasalahan yang dihadapi saat ini mencakup kurangnya pemahaman dan keterampilan manajerial di kalangan pengelola pendidikan Islam dalam memanfaatkan teknologi, serta adanya ketimpangan akses terhadap teknologi di berbagai daerah. Isu ini penting untuk dibahas karena manajemen yang baik dalam pendidikan Islam tidak hanya akan meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga akan memastikan bahwa nilai-nilai Islam dapat diterapkan dengan baik dalam proses pendidikan, bahkan di era digital.

 

B.    Pembahasan


Manajemen pendidikan Islam mencakup beberapa aspek, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Menurut teori manajemen pendidikan Islam yang dikemukakan oleh Al-Ghazali, keberhasilan pendidikan Islam tidak hanya tergantung pada materi ajar tetapi juga pada sistem manajemen yang baik. Dalam konteks era digital, ada beberapa literatur yang membahas bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dalam manajemen pendidikan Islam.

  1. Perencanaan: Dalam perencanaan, penting untuk mengidentifikasi kebutuhan teknologi yang relevan dan merancang program pelatihan bagi guru dan staf untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Asmak Ab Rahman (2019) yang menunjukkan bahwa pelatihan yang tepat dapat meningkatkan efektivitas penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
  2. Pengorganisasian: Pengorganisasian melibatkan pembagian tugas dan tanggung jawab secara efektif. Dalam konteks digital, ini berarti memastikan ada tim yang bertanggung jawab atas pemeliharaan teknologi, pengembangan konten digital, dan dukungan teknis. Studi yang dilakukan oleh Abdullah (2020) menekankan pentingnya adanya tim khusus yang menangani teknologi pendidikan di sekolah-sekolah Islam.
  3. Pelaksanaan: Pelaksanaan teknologi dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan kurikulum dan nilai-nilai Islam. Ini mencakup penggunaan aplikasi pembelajaran yang sesuai, platform e-learning, dan media sosial sebagai alat pembelajaran. Penelitian oleh Yusuf & Kosasih (2021) menemukan bahwa penggunaan media sosial dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi dan memperdalam pemahaman mereka terhadap materi pelajaran.
  4. Pengawasan dan Evaluasi: Pengawasan dan evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa teknologi digunakan secara efektif dan efisien. Hal ini mencakup monitoring penggunaan teknologi oleh guru dan siswa serta penilaian terhadap hasil belajar. Menurut penelitian oleh Rahman (2018), evaluasi yang terstruktur dapat membantu mengidentifikasi kendala dan peluang perbaikan dalam penggunaan teknologi.

 

C.   Kesimpulan dan Saran


Manajemen pendidikan Islam yang efektif di era digital memerlukan pemahaman yang mendalam tentang teknologi serta bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk mendukung tujuan pendidikan Islam. Dengan perencanaan yang baik, pengorganisasian yang efektif, pelaksanaan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, dan pengawasan yang berkelanjutan, institusi pendidikan Islam dapat meningkatkan kualitas pendidikan mereka dan menghadapi tantangan era digital dengan lebih baik.


Saran

  1. Pelatihan Teknologi: Institusi pendidikan Islam harus mengadakan pelatihan berkala bagi guru dan staf untuk meningkatkan keterampilan teknologi mereka.
  2. Infrastruktur Teknologi: Pemerintah dan lembaga terkait perlu menyediakan infrastruktur teknologi yang memadai di seluruh daerah untuk mengurangi ketimpangan akses.
  3. Evaluasi Rutin: Lakukan evaluasi rutin terhadap penggunaan teknologi dalam pendidikan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi.
  4. Kolaborasi: Institusi pendidikan Islam harus berkolaborasi dengan penyedia teknologi dan ahli pendidikan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

 

D.   Daftar Pustaka

  • Ab Rahman, Asmak. (2019). Pelatihan Teknologi dalam Pendidikan Islam. Journal of Islamic Education.
  • Abdullah. (2020). Pengorganisasian Teknologi di Sekolah Islam. International Journal of Islamic Studies.
  • Rahman, A. (2018). Evaluasi Penggunaan Teknologi dalam Pendidikan. Journal of Educational Technology.
  • UNESCO. (2020). Integrasi Teknologi dalam Pendidikan di Negara Berkembang.
  • Yusuf, & Kosasih. (2021). Penggunaan Media Sosial dalam Pendidikan Islam. Journal of Social Media in Education.

Comments