Manajemen Pendidikan Kepala Madrasah Aliyah Raudhatul Ulum 2 Dalam Meningkatkan Mutu Siswa

 

Foto : Penulis saat berkoordinasi bersama Waka Kurikulum

Penulis : Kholis*

Pembimbing : Dr. Muhammad Husni, M.Pd
*Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Al-Qolam Malang

 

Pendahuluan


Manajemen pendidikan merupakan upaya untuk melakukan pengelolaan secara ter-struktur terkait bidang pendidikan. Fungsi yang ada dalam manajemen pendidikan itu terdiri dari perencanaan atau planning guna kegiatan dapat berjalan dengan lebih sistematis. Kemudian pengorganisasian atau organizing sebagai sisi untuk dapat melakukan pembagian dari tugas yang ada. Lalu ada fungsi pergerakan atau actuating sebagai realisasi dari rencana dan organisir yang telah dibuat di awal. Pergerakan lebih untuk memberikan semangat agar dapat mencapai tujuan dari manajemen pendidikan yang ada.


Manajemen pendidikan adalah kegiatan untuk mengumpulkan beberapa sumber terkait dunia pendidikan. sehingga dapat difokuskan untuk menuju pada tujuan yang sudah ditetapkan sesuai dengan pendidikan yang diharapkan.

Manajemen pendidikan secara umum adalah manajemen yang perlu dilakukan perencanaan terlebih dahulu. Manajemen juga merupakan organisir agar dapat sampai pada tujuan. Termasuk mengarah pada perlunya pengawasan yang terarah agar manajemen pendidikan tidak keluar dari tujuan yang ingin dicapai.


Konsep manajemen pendidikan yang mengacu pada dasar ilmu, maka ilmu yang perlu diberikan dalam manajemen pendidikan haruslah sesuai dengan yang ada konsep manajemen pendidikan yang mengacu pada dasar seni, maka ilmu yang perlu diberikan dalam manajemen pendidikan haruslah membekali peserta didik lebih terampil. Tidak sekadar pintar saja. Konsep manajemen pendidikan yang mengacu pada dasar proses, maka jelas setiap tindakan dan usaha itu perlu proses.


MA Raudhatul Ulum 2 merupakan salah satu lembaga pendidikan islam yang sudah maksimal dalam menjalankan tugasnya sebagai penyedia SDM yang berkualitas. Dan menjalankan manajemen pendidikan dengan baik sehingga banyak melahirkan alumni berkualitas dan beperan aktif dalam pemerintahan. Sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul Manajemen Pendidikan Kepala Madrasah Aliyah Raudhatul Ulum 2 Dalam Meningkatkan Mutu Siswa. Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Manajemen Pendidikan Kepala Madrasah Aliyah Raudhatul Ulum 2 Dalam Meningkatkan Mutu Siswa

 

Pembahasan


A.   Pengertian Manajemen Pendidikan Islam


Manajemen menurut bahasa berarti pemimpin, direksi, pengurus, yang diambil dari kata kerja manage yang berarti mengemudikan, mengurus, dan mermerintah Manajemen menurut Dr. Hadari Nawawi adalah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh manajer dalam memanage organisasi, lembaga, maupun perusahaan.


Manajemen pendidikan Islam merupakan aktifitas untuk memobilisasi dan memadukan segala sumber daya pendidikan Islam dalam rangka untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen adalah suatu usaha, merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, mengkordinir serta mengawasi kegiatan dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, maka manajemen dapat diartikan sebagai suatu proses dengan menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai suatu tujuan. 


Adapun Pendidikan dapat diartikan secara sempit, dan dapat pula diartikan secara luas. Secara sempit pendidikan dapat diartikan: “bimbingan yang diberikan kepada anak-anak sampai ia dewasa. Sedangkan penidikan dalam arti luas adalah segala sesuatu yang menyangkut proses perkembangan dan pengembangan manusia, yaitu upaya mengembangkan dan menanamkan nilai-nilai bagi anak didik., sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan itu menjadi bagian kepribadian anak yang pada gilirannya ia menjadi orang pandai, baik, mampu hidup dan berguna bagi masyarakat. 


Pengertian pendidikan tersebut di atas masih bersifat umum. Adapun pendidikan Islam dapat diartikan sebagai bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut ajaran Islam dengan hikmah mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengasuh dan mengawasi berlakunya semua ajaran Islam. Istilah membimbing, mengarahkan dan mengasuh serta mengajarkan dan melatih, mengandung pengertian usaha mempengaruhi jiwa anak didik melalui proses setingkat demi setingkat menuju tujuan yang ditetapkan, yaitu menanamkan takwa dan akhlak serta menegakkan kebenaran, sehingga terbentuklah manusia yang berpribadi dan berbudi luhur sesuai ajaran Islam.


Pendidikan Islam juga berarti bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam. Menurut Muhaimin, ia mengemukakan pengertian Pendidikan Islam dalam dua aspek, pertama pendidikan Islam merupakan aktivitas pendidikan yang diselenggarakan atau didirikan dengan hasrat dan niat untuk mengejawantahkan ajaran dan nilai-nilai Islam. Kedua, pendidikan Islam adalah sistem pendidikan yang dikembangkan dari dan disemangati atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam. Pengertian manajemen dan pendidikan Islam telah tersebut diatas. 


Sedangkan Manajemen pendidikan Islam menurut para pakar diantaranya ialah; Sulistyorini menulis bahwa manajemen pendidikan Islam adalah suatu proses penataan/pengelolaan lembaga pendidikan Islam yang melibatkan sumberdaya manusia muslim dan non manusia dalam menggerakkannya untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien. Sementara itu Mujamil Qomar mengartikan sebagai suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam secara Islami dengan cara menyiasati sumber-sumber balajar dan hal-hal lain yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien. Manajemen harus mengutamakan pengelolaan secara Islami, sebab disinilah yang membedakan antara manajemen Islam dengan menejemen umum. 


Berdasarkan uraian di atas maka dapat di definisikan bahwa manajemen pendidikan Islam sebagai suatu proses dengan menggunakan berbagai sumber daya untuk melakukan bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam.


B.    Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam


Dasar manajemen pendidikan Islam secara garis besar ada 3 (tiga) yaitu: Al-Qur’an, As-Sunnah serta perundang-undang yang berlaku di Indonesia. 


  1. Al-Qur’an, Banyak Ayat-ayat Al-Qur’an yang bisa menjadi dasar tentang manajemen pendidikan Islam. Ayat-ayat tersebut bisa dipahami setelah diadakan penelaahan secara mendalam. Di antara ayat-ayat Al-Qur’an yang dapat dijadikan dasar manajemen pendidikan Islam adalah sebagai berikut: Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Islam menegaskan tentang pentingnya manajemen, di antaranya manajemen pendidikan, lebih khusus lagi manajemen sumber daya manusia. 
  2. As-Sunnah Rasulullah SAW adalah juru didik dan beliau juga menjunjung tinggi terhadap pendidikan dan memotivasi umatnya agar berkiprah dalam pendidikan dan pengajaran. Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang menyembunyikan ilmunya maka Allah akan mengekangnya dengan kekang berapi ( HR. Ibnu Majah). Berdasarkan pada hadits di atas, Rasulullah SAW memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan. Di samping itu, beliau juga punya perhatian terhadap manajemen.
  3. Perundang-undangan yang Berlaku di Indonesia Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan dalam Pasal 30 ayat 1 bahwa: “Pendidikan keagamaan diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau kelompok masyarakat dari pemeluk agama, sesuai dengan peraturan perundangundangan”. Disebutkan pula dalam Pasal 30 ayat 2 bahwa “Pendidikan keagamaan berfungsi menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama”.

 

C.   Tujuan Manajemen Pendidikan Islam


Manajemen pendidikan adalah manajemen yang diterapkan dalam pengembangan pendidikan. Dalam arti ia merupakan seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan Islam untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien. Bisa juga diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian sumber daya pendidikan Islam untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efesien. 


Manajemen pendidikan lebih bersifat umum untuk semua aktifitas pendidikan pada umumnya, sedangkan manajemen pendidikan lebih khusus lagi mengarah pada manajemen yang diterapkan dalam pengembangan pendidikan Islam. Dalam arti bagaimana menggunakan dan mengelola sumber daya pendidikan Islam secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pengembangan, kemajuan dan kualitas proses dan hasil pendidikan Islam itu sendiri. Sudah barang tentu aspek manager dan leader yang Islami atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam dan/atau yang berciri khas Islam, harus melekat pada manajemen pendidikan Islam. 


Dalam menjalankan setiap kegiatan tentunya dibutuhkan suatu usaha yang efisien dan ekonomis karena alasan tersebut begitu dipegang teguh dalam setiap sistem organisasi. Dengan kata lain tingkat pemborosan atau penyalahgunaan sangatlah bertolak belakang dengan prinsip-prinsip organisasi. Dengan mengetahui identitasnya dan juga kebutuhan tentang manajemen tentu akan dapat menentukan apa tujuan manajemen itu sendiri. 


Mengingat manajemen sebenarnya adalah alat dari suatu organisasi, maka adanya alat tersebut tentunya memiliki tujuan. Lembaga pendidikan Islam bisa dikategorikan sebagai lembaga industri mulia (nobel industri) karena mengembang misi ganda yaitu profit sekaligus sosial. Misi profit yaitu, untuk mencapai keuntungan, ini dapat dicapai ketika efisiensi dan efektifitas dana bisa tercapai, sehingga pemasukan (income) lebih besar daripada biaya operasional. 


Misi sosial bertujuan untuk mewariskan dan menginternalisasikan nilai luhur. Misi kedua ini dapat dicapai secara maksimal apabila lembaga pendidikan Islam tersebut memiliki modal human-capital dan social capital yang memadai dan juga memiliki tingkat keefektifan dan efisiensi yang tinggi. Itulah sebabnya mengelola lembaga pendidikan Islam tidak hanya dibutuhkan profesionalisme yang tinggi, tetapi juga misi niat suci dan mental berlimpah, sama halnya dengan mengelola noble industry yang lain, seperti rumah sakit, panti asuhan, yayasan sosial, lembaga riset atau kajian dan lembaga swadaya masyarakat.


Sumber daya pendidikan Islam itu setidak-tidaknya menyangkut peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan (termasuk di dalamnya tenaga adminstrasi), kurikulum atau program pendidikan, sarana/prasarana, biaya keuangan, informasi, proses belajar mengajar atau pelaksanaan pendidikan, lingkungan, output dan outcome serta hubungan kerjasama/kemitraan dengan stakeholder dan lain-lain, yang ada pada lembaga-lembaga pendidikan Islam. 


Perencanaan (planning)

Planning atau perencanaan adalah keseluruhan proses dan penentuan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.13 Ketika dikaitkan dengan sistem pendidikan dalam suatu organisasi kependidikan, maka perencanaan pendidikan menurut ST Vembriarto (1988 : 39) dapat didefiniskan sebagai penggunaan analisa yang bersifat rasional dan sistematis terhadap proses pengembangan pendidikan yang bertujuan untuk menjadikan pendidikan menjadi lebih efektif dan efisien dalam menanggapi 


Pengorganisasian (Organizing)

Kegiatan administratif manajemen tidak berakhir setelah perencanaan tersusun. Kegiatan selanjutnya adalah melaksanaan perencanaan itu secara operasional. Salah satu kegiatan administratif manajemen dalam pelaksanaan suatu rencana disebut organisasi atau pengorganisasian. Organisasi adalah sistem kerja sama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Langkah pertama dalam pengorganisasian diwujudkan melalui perencanaan dengan menetapkan bidang-bidang atau fungsi-fungsi yang termasuk ruang lingkup kegiatan yang akan diselenggarakan oleh suatu kelompok kerjasama tertentu. Wujud dari pelaksanaan organizing ini adalah tampaknya kesatuan yang utuh, kekompakan, kesetiakawanan dan terciptanya mekanisme yang sehat, sehingga kegiatan lancar, stabil dan mudah mencapai tujuan yang ditetapkan. Proses organizing yang menekankan pentingnnya tercipta kesatuan dalam segala tindakan, dalam hal ini al-Qur'an telah menyebutkan betapa pentingnya tindakan kesatuan yang utuh, murni dan bulat dalam suatu organisasi.


Penggerakan (actuating)

Fungsi actuating merupakan bagian dari proses kelompok atau organisasi yang tidak dapat dipisahkan. Adapun istilah yang dapat dikelompokkan ke dalam fungsi ini adalah directing commanding, leading dan coordinating.  Karena tindakan actuating sebagaimana tersebut di atas, maka proses ini juga memberikan motivating, untuk memberikan penggerakan dan kesadaran terhadap dasar dari pada pekerjaan yang mereka lakukan, yaitu menuju tujuan yang telah ditetapkan, disertai dengan memberi motivasimotivasi baru, bimbingan atau pengarahan, sehingga mereka bisa menyadari dan timbul kemauan untuk bekerja dengan tekun dan baik. Bimbingan menurut Hadari Nawawi (1983 : 36)


Evaluasi/Controlling

Evaluasi dalam konteks manajemen adalah proses untuk memastikan bahwa aktivitas yang dilaksanakan benar sesuai apa tidak dengan perencanaan sebelumnya. Evaluasi dalam manajemen pendidikan Islam ini mempunyai dua batasan pertama; evaluasi tersebut merupakan proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan, kedua; evaluasi yang dimaksud adalah usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) dari kegiatan yang telah dilakukan. Evaluasi dalam manajemen pendidikan Islam ini mencakup dua kegiatan, yaitu penilaian dan pengukuran. Untuk dapat menentukan nilai dari sesuatu, maka dilakukan pengukuran dan wujud dari pengukuran itu adalah pengujian. Controlling itu penting sebab merupakan jembatan terakhir dalam rantai fungsional kegiatan-kegiatan manajemen. 


D.   Pelaksanaan Mnajemen Pendidikan 


Dalam dunia pendidikan para guru  memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan pendidikan yang merupakan pencerminan kualitas dalam suatu lembaga pendidikan. Menurut Oktavia (2020:10) mengatakan bahwa guru memiliki peranan penting dalam suatu lembaga pendidikan sebagai perencana dan pelaksana proses pembelajara pada suatu lemabaga pendidikan tertentu.


Berdasarkan hasil yang diperoleh dari Kepala Sekolah MA Raudlatul Ulum 2 mengakui bahwa manajemen pendidikan di lembaga ini berjalan dengan baik, administrasi yang direncanakan dan dilaksanakan sesuai dengan waktu atau jadwal yang telah dibuat. Sedangkan untuk akademik sendiri jarang dilaksanakan karena terhambat dengan kesibukan dan untuk saat ini juga belum dilaksanakan setelah proses pembelajaran telah berjalan dengan baik (Ismail, 09:00).


Waka kesiswaan mengatakan juga bahwa untuk kinerja para guru dalam hal ini menyangkut persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berjalan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Setiap guru pun memiliki perlengkapan baik Silabus maupun RPP, serta pelaksanaan pembelajaran juga terlaksana sesuai dengan bahan atau materi yang dibuat oleh setiap guru atau pendidik di MA Raudlatul Ulum 2. Kepala sekolah mengakui bahwa tugas dan perannya sebagai seorang pemimpin belum terlaksana secara maksimal sesuai pada jadwal atau perencanaannya melakukan pendidikan. Untuk kedua perannya tersebut Kepala Sekolah sudah maksimal menjalankan perannya secara maksimal yakni administrasi dan akademik. Kepala Sekolah juga secara konsisten dalam menjalankannya secara  langsung melihat dan meninjau proses perencanaan dan pelaksanaan belajar mengajar para guru di dalam kelas pada saat guru sedang mengajar (Ismail, 09:20).


Demikian juga seorang guru mengatakan bahwa berkaitan dengan perangkat pembelajaran, mereka serta bekerja sama bertanggung jawab menyiapkan setiap perangkat pembelajaran sehingga melaksanakan sesuai dengan perangkat pembelajaran yang telah disiapkan. (Idi, 10:20). Dengan dilakukan hal tersebut dapat membantu dan menilai semua kinerja guru sehingga para guru juga dapat dibantu melihat atau mengetahui hambatan atau kekurangan yang ada dalam diri mereka. Apa yang kurang pada kami sebagai guru dapat diperbaiki tentunya setelah adanya manajemen yang baik dapat meningkatkan kinerja mereka dan dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas (Idi, 10:50). 


Dengan demikian maka, peneliti membuat suatu analisis bahwa pendidikan yang berkualitas tentunya ditentukan oleh proses pembelajaran yang berkualitas. Dengan demikian maka, salah satu pembenahan yang menjadi fokus utama dalam suatu lembaga pendidikan adalah pembenahan terhadap kompetensi guru. 


Mengingat bahwa guru merupakan tokoh utama sebagai penentu keberhasilan dalam suatu lembaga pendidikan dalam proses pembelajaran, dengan tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, serta mengevaluasi atau menilai pembelajaran peserta didik (idi, 10:59). Oleh karena itu, maka dalam penulisan ini lebih ditekankan  kepada Kepala Sekolah sebagai seorang pemimpin dalam pendidikan yang sangat dibutuhkan menjadi penggerak dalam membuat perencanaan dan pelaksanaan demi meningkatkan kinerja guru serta kualitas pendidikan pada suatu lembaga pendidikan.


Demi tercapainya kualitas kinerja guru dan lembaga pendidikan Kepala Sekolah perlu secara konsisten menjalankan perannya dalam hal membuat perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pendidikan.Mengingat bahwa manajemen pendidikan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membantu dan mendorong para guru dalam meningkatkan kinerja serta dapat meningkatkan atau mengembangkan kualitas pendidikan sehingga dapat menghasilkan guru yang profesional agar dapat menciptakan hasil pendidikan yang berkualitas.


Kesimpulan


Dari pemaparan di atas dapat peneliti tarik kesimpulan bahwa Manajemen kepala Madrasah Aliyah RU 2 adalah suatu usaha, merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, mengkordinir serta mengawasi kegiatan dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif. Sedangkan dalam meningkatkan mutu siswa guru  mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengasuh dan mengawasi berlakunya semua pembelajaran. Jadi manajemen yang ada di Madrasah Raudhatul Ulum 2 sudah terlaksana dan berjalan dengan baik . 


Ma Raulatul Ulum 2 hasil penelitian dengan waka kesiswaan dan waka kurikulum, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pelaksanaan  manajemen  sudah berjalan secara maksimal, diketahui bahwa kepala sekolah sudah menjalankan administrasi dan melaksanakan akademik dengan baik sehingga mampu mencetak generasi yang berkualitas dan berperan aktif di pemerintah dan masyarakat.


Saran


Setelah peneliti mengamati dan melakukan observasi dilapangan, maka peneliti meberikan saran kepada MA RU 2 agar tetap konsisten dalam menjalan menajemen yang telah di terapkan dengan memperhatikan perkembangan zaman. agar tetap melakukan evaluasi dan perbaikan terus menerus.


DAFTAR PUSTAKA


Ali, M. Natsir, Dasar-dasar Ilmu Mendidik, Jakarta: Mutiara, 1997. 

Arifin, Muzayin, filsafat Pendidikan Islam, Cet. 1, Jakarta: Bina Aksara, 1987. 

Manaf, H. Sofwan, Pola Manajemen Penyelenggaraan Pondok Pesantren, Jakarta, Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Depag RI., 2001. 

Marribah, Ahmad D., Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Cet. 5; Jakarta : Bumi aksara, 1997.

Fatah, Nanang , Landasan Manajemen Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008.

Comments