PILEG 2019 : MENGAPA ANDA DI PILIH ?



17 April 2019 tak lama lagi, KPU menetapkan masa kampanye dimulai dari tanggal 23 September 2018 hingga 13 April 2019, kendati demikian sosial media sudah lumayan ramai memposting foto dengan nomor urut, foto kegiatan, dokumentasi bantuan, hingga status-status yang bersifat pemberitaan akan maju di pileg 2019.

Pertanyaannya adalah “Mengapa Anda yang Layak di Pilih” pada Pileg 2019 nanti?

Terdapat puluhan hingga Ratusan Calon Legislatif dimasing-masing Daerah Pemilihan. Mungkin ilustrasinya bisa seperti ini : Ketika kita akan beli motor, kita akan dihadapkan dengan merk apa yang akan kita beli, HONDA? YAMAHA? SUZUKI? atau KAWASAKI? anggap saja kita memilih HONDA,  kalau HONDA mau pilih yang mana? Revo? Blade? Supra? Beat? Scoopy? Vario? Atau CBR?

Beli Revo karena mesin bandel, atau Blade karena bahan bakar irit, atau pilih Supra biar bisa simpan helm didalam jok, atau pilih Beat karena banyak yang pakai, pilih scoopy karena trendy, vario karena suka yang besar atau CBR yang lebih gagah?

Di pileg, pilih yang mana? Pilih si A karena keluarga, pilih si B karena sudah bantu anak masuk kerja atau kuliah, pilih si C karena sering traktir di warkop, pilih si D karena anak kiyai, pilih si E karena sudah dijanjikan proyek ratusan juta? atau pilih F yang punya program pro rakyat, sepertinya kalau masalah pro rakyat semua caleg pasti demikian.

Baca juga : Jodoh di Tangan Sosial Media |

Kembali ke ilustrasi, kompas.otomotif menyebutkan hingga maret 2018 “Beat” menjuarai penjualan tertinggi dengan angka 420.117 hanya dalam waktu 3 bulan, kemudian di susul scoopy, vario dan nmax. Menariknya adalah mengapa Beat ?

  • Karena ‘Beat’ banyak yang pakai (popularitas)
Politik ikut-ikutan masih terjadi, menyerap mentah-mentah dari apa yang dibicarakan orang tanpa tabayyun, mengunyah makanan dari kunyahan orang lain mungkin bisa jadi sebagai ilustrasi. Pembentukan stigma, penggiringan opini, political imaging, branding sangat berpengaruh.


  • Desain “Beat” ala anak muda
Pileg 2019 didominasi pemilih muda yang mencapai diatas 50% (sumber : najwa shihab), alhasil digital campaign sangat penting.


  • Harga “Beat” terjangkau (Budget)
Kalau yang ini udah lah ya, political cost dan money politics off the record saja.


Sebagai pemilih cerdas, Prof. Firmanzah, PhD, Rektor Univ. Paramadina dan juga Guru Besar FEUI, didalam seminarnya beliau mengatakan setidaknya sebagai pemilih, ‘personal image’ dari semua kandidat harus kita ketahui, misalnya :

  • Personality
Kepribadian tentu sebagai hal yang mendasar untuk kita menjatuhkan pilihan. What is the candidate like?


  • Value
Setidaknya menjadi role model bagi masyarakat sekitarnya. What does the candidate believe in?


  • Emotions
What does the candidate feel like?


  • Competences
Kompeten dan mempunyai kualitas tersendiri. What does the candidate good at?.

Selanjutnya, mari sambut tahun politik dengan tanpa saling membenci dan tetap berkontribusi dengan baik apapun kondisinya. Wallahu a'lam bisshawab. |

Comments