
Kalau kau dijakarta kau pileh siape rud?” sebuah pertanyaan di warung kopi kecil sungai raya dalam yang membuat saya berpikir keras. Kisruh pilkada Jakarta mampu membuat seluruh indonesia terlibat, beragam opini dan respon dimunculkkan, terlebih ketika Basuki Tjahaja Purnama mengeluarkan kalimat yang kontroversi “...dibohongi pakai surat almaidah 51 macem-macem itu...”. Jika saya diminta berpendapat tentang hal ini dan kemudian isinya mendiskreditkan ahok pasti dikatakan saya salah satu pendukung pasangan lain dan ketika nanti isi komentar saya pro ahok pasti dikatakan ayok bayar saya walaupun domisili kalbar dan tak punya hal pilih. Itu lah politik tanpa bisa mengenal kawan dan lawan, apapun akan dikorbankan siapapun bisa masuk kesana tanpa melihat dari background mana dia berasal.
Terlepas dari Nusron wahid yang mengatakan ayat ini hanya allah yang mengetahui maksudnya, terlepas dari menangisnya Ust. Yusuf Mansur yang mengatakan jangan ditiru melotot keulama, terlepas dari angkat bicaranya aa gym, terlepas dari emak-emak yang pakai mukena ngomel diyoutube yang mengatakan semua ini ada kaitannya dengan politik Susilo Bambang Yudhoyono karena puteranya ada disana, terlepas dari ahmad dhani yang mengatakan sudah membenci ahok sejak mei 2014, bahwa saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada nama-nama besar yang ikut andil dalam mewarnai pendemokrasian negeri ini karena :
- Dengan viralnya Almaidah ayat 51 yang disebut-sebut ahok di kepuauan seribu membuat siapapun buka alqur’an, buka google, buka tafsir, cari tau apa sesungguhnya kandungan surah almaidah ayat 51. Karena mungkin jika tidak ada hal yang seperti ini almaidah ayat 51 luput dari perhatian kita, warung kopi yang dulunya hanya bicara proyek dan obrolan ringan lainnya sekarang sudah bicara tentang ayat alqur’an, sungguh suatu kemajuan yang luar biasa, bukan?
- Dengan viralnya Almaidah ayat 51 ini, mewakili blogger, youtuber, wartawan, dan sejenisnya diluar sana, berkat anda-anda semua rating blog, youtube, infotainment menjadi meningkat sehingga para pencari berita, para pencari headline punya “sesuatu”. Banyak rezeki yang tanpa sengaja anda salurkan, banyak rupiah yang tanpa sengaja anda berikan, sebentar lagi mungkin buku tentang masalah ini akan terbit dan lagu dangdutnya akan tercipta, kita tunggu saja.
Wallahu a'lam bishawab... []
Comments
Post a Comment