Cerita ini dimulai saat saya dan rombongan melakukan penyuluhan PIK Remaja di salah satu kecamatan di Kab. Kubu Raya, saat acara sudah
berakhir dan kami bersiap-siap akan pulang, jarak antara tempat berlangsung nya
acara dan pelabuhan memang cukup jauh untuk ditempuh dengan jalan kaki, memang untuk
mengakses daerah ini harus menyebrangi sungai dengan kapal penyebrangan, terpaksa
beberapa peserta atau mungkin juga panitia acara tersebut karena saya juga
tidak melihat ada kartu pengenal yang mereka pakai harus mengantar kami
pelabuhan. Tiba-tiba Saya disapa salah satu siswa laki-laki dan menawarkan
untuk naik kemotornya saja, ditengah perjalanan dengan percakapan yang lumayan
cair sehingga ada sebuah pertanyaan yang keluar dari mulut anak itu yang lumayan memeras otak saya untuk menjawabnya. Pertanyaannya
kira-kira seperti ini “Bang, kamek kan punye cewek nih bang, die baek,
pengertian… tapi bah kamek nih belom yaken same die bang, kamek nih
kadang-kadang rambang mate bang, tapi kamek sayang same die bang… cemmane lah
bang ???
***
Memang seyogyanya salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan
oleh kehidupan remaja adalah cinta, dan bahkan bukan hanya remaja yang
menghadapi hal serupa, virus merah jambu ini sangat trend ditelinga kita dan
bahkan mungkin kita juga salah satu korban yang terserang virus tersebut.
Memang tak terelakkan banyak hal terjadi karena serangan dari virus ini,
ada yang rajin ngampus/sekolah karena hanya ingin ketemu dengan si do’i setiap
hari, ada yang sangat giat bekerja hanya untuk membelikan kado special di hari
ulang tahun si do’i dan lain sebagainya namun dampak negative juga tak kalah
banyak bahkan terkadang nyawa pun bisa menjadi tumbal dari keganasan nya.
Kembali ke pertanyaan anak tadi, untuk menjawab pertanyaannya saya jawab dengan menceritakan sebuah kisah yang mungkin bisa dijadikan cerminan.
Ada seorang pemuda yang bertanya kepada ibunya, bu… jelaskan kepadaku apa cinta sejati itu ?.. Kemudian sang ibu membawanya ke sebuah taman bunga dan berkata “Petiklah satu bunga yang paling indah menurutmu dan jangan pernah berbalik kebelakang. Kemudian sang anak melakukannya, tapi dia kembali dengan tangan hampa, sang ibu pun bertanya “Mana bunganya?”. Dia menjawab “ saya tidak bisa mendapatkannya, sebenarnya saya telah menemukannya tapi saya berfikir di depan masih ada yang lebih bagus lagi, tetapi ketika sampai di ujung taman saya baru sadar bahwa yang saya temukan tadi itu lah yang paling indah dan ketika saya kembali kebelakang untuk mengambilnya, bunga itu sudah dipetik oleh orang lain.” Kemudian Sang ibu pun tersenyum dan berceloteh “Seperti itulah cinta sejati, semakin kamu mencari yang terbaik, maka kamu tak akan pernah menemukannya, jangan pernah menyia-nyiakan cinta seseorang yang tumbuh dihati mu.
Bangun
cinta sejatimu, karena cinta sejati tak akan bisa ditemukan.

Comments
Post a Comment