CINTA DAN KASIH SAYANG


Cinta merupakan kerja otak kanan yang memililki ciri acak, tidak teratur, intuitif dan holistik. Cara berfikirnya sesuai dengan cara-cara untuk mengetahui yang bersifatnon-verbal, seperti perasaan dan emosi, kesadaran yang berkenaan dengan perasaan(merasakan kehadiran suatu benda atau orang), pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreatifitas dan visualisasi.


PACARAN BUKAN CINTA

Malihat kecendrungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran , sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencintai satu sama lainnya. Sebab sebuah cinta sejati tidak berentu sebuah perkanalan singkat misalnya dengan bertemu disuatu kesempatan tertentu lalu saling berkomunikasi. Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta. Sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang, kita juga tahu bahwa untuk masa sekarang ini pacaran ini sudah membudaya dan sulit sekali untuk mengatakan ketemen-teman bahwa pacaran ini tidak diperbolehkan

CINTA DALAM PANDANGAN ISLAM

Cinta dalam pandangan islam adalah suatu hal yang sakral. Islam adalah agama fitrah, sedangkan cinta itu sendiri adalah fitrah manusa. Allah telah menanamkan perasaan yang tumbuh dihati manusia. Islam tidak pula melarang sesorang untuk dicintai dan mencintai bahkan rasulullah menganjurkan agar cinta tersebut diutarakan.
Sedangkan pemandangan yang kita lihat dimana ada orang islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari islam. Karena praktek bukan hanya terjadi pada masyarakat islam yang nota bene masih sagat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyarakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degardasi agama.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini problema cinta sering dimuncul-munculkan oleh berbagai media yang ada dinegeri yang sangat menjunjung kata Pancasila sebagai asas Negaranya ini. Bahkan suatu media elektronik yang sering kita disebut Televisi sebagian besar acara yang mereka suguhkan adalah tentang cinta. Jadi dengan demikian kita sebagai masyarakat sangat erat sekali dengan berbagai problema yang dikisahkan atas nama cinta.
Dalam hal ini cinta bukan hanya sebuah hubungan antara sesama manusia yang lebih khusus laki-laki dan prempuan tatapi juga mencapai semua aspek kehidupan misalnya cinta terhadap Tuhan, cinta terhadap anak, cita terhadap hata benda, cinta kapada sesama umat beragama dan lain sebagainya.
Ada cinta yang kekal dan bertambah didalam hati, sehingga tidak diganggu atau dicacatkan oleh rasa bosan dan hambar kecuali dengan sebab-sebab yang tidak dapat dielakkan. Namun ada cinta yang dirusak oleh rasa jemu dan benci. Maka kasih sayang itu tidak kekal bahkan berkurang dan mungkin hilang.
1.2 Perumusan Masalah
Mangapa dunia hari ini seperti ini sifat dan keadaannya? Mengapa penghuninya berbeda-beda dan berpecah belah dalam berbagai kelompok bangsa, Negara, agama, bahasa, budaya, taraf hidup dan lain sebagainya sedangkan semuanya adalah manusia yang memiliki tujuan yang sama yakni menghadap sang Khaliq mereka yakni Allah SWT.
Kita tidak akan membicarakan tentang berbedaan-perbedaan tersebut diatas tetapi kita harus kita rrenungkan sekarang mengapa dengan alasan perbadaan diatas kita tidak lagi saling “mencintai” sesama umat mansia yang bersaudara antara satu dengan yang lainnya sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Quran yang artinya :
“ Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kadua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.( Q.S Al Hujarat:10)
Dengan berlandaskan ayat diatas megapa masih ada pembantaian, mengapa masih ada penipuan, dan mengapa masih ada peperangan dan permusuhan. Bagaimana kita menyelamatkan keadaan ini…..? Kalau tidak diselamatkan, dunia akan hancur, manusia akan hilang rasa kemanusiaannya dan hidup bagaikan di Neraka! Neraka yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. Menurut Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At tamimi (2001:ix)” Beliau melihat ada satu anak kunci yang dapat membuka dan mengurangi kekusutan ini.Yaitu Kasih Sayang (CINTA)…..” 1)

BAB II
CINTA DAN KASIH SAYANG
2.1 Cinta
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka(kepada) atau (rasa) sayang (kepada) ataupun (rasa) sangat kasih atau tertarik hatinya. Senada dengan itu Dr. Frank S. Caprio menyatakan bahwa cita hanyalah suatu perasaan. Cinta dapat datang dan pergi. Sering kali kita memilikinya, sering kali tidak. Cinta seperti matahari, ia tetap bercahaya. Walau malam menjelma, cahayanya pada bulan tetap menerangi terkadang ia juga gerhana tetapi akan kembali juga kecarahannya Cinta adalah santapan jiwa. Jiwa tanpa cinta bagai rumah yang kosong. Cinta tanpa menjiwai bagai layang-layang putus tali.
Cintu adalah buta, cinta tidak mengenal usia, paras rupa, maupun kekayaan dan harta karun, tetapi dari keikhlasan dari hati setiap insan antara satu sama lain.
Dilain sisi Al Gazali menjelaskan bahwa deskripsi hakekat cinta harus diawali dari mengetahui (ma’rifah) dan merasakannya dengan indera, mustahil orang belum mengetahui dan merasakan kemudian ia menyatakan hakekatnya. Indera yang digunakan pertamakali dalam bercinta adalah pancaindera, yaitu pandangan mata, sentuhan kulit, penciuman hidung, pendengaran telinga dan sentuhan mulut. Kalmia indera ini membentuk cinta hewani. Cinta yang sesungghnya bersumber dari indera keenam (al-hiss al-sadis) yaitu kalbu yang menjelma didalam akal pikiran dan cahaya mata hati. Dengan indera keenam yang merupakan penglihatan bathin(al-bashirah al-bathinah) maka dapat merasakan hakikat cinta sesungguhnya. Indera keenam ini membentuk cinta insani.2
2.2 Kasih Sayang
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, kasih sayang diartikan dengan kasih sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kapada seseorang. Dalam kasih sayang masing-masing pihak dituntut untuk memiliki tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan bulat dan utuh.

BAB III
CINTA DAN PROBLEMNYA
Cinta adalah bagian dari fitrah manusia, bahkan orang yang sudah kehilangan rasa cintanya, berarti dia tidak lagi normal. Cinta bisa membawa kita kepada kebahagiaan, tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Kalau kita tidak berhati-hati, cinta ini bisa membutakan dan menulikan kita. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad yang artinya "Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli." Maka bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cintanya itu dengan tepat.
Cinta memang sudah ada dalam diri kita, diantaranya cinta kepada harta, kedudukan juga terhadap lawan jenis. Sebagaimnana Allah SWT telah berfirman:
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik (surga)." (Ali Imron: 14)
Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah Ta’ala. Akan tetapi, kebanyakan dari rasa cinta yang ada pada diri kita, lebih sering menjadi cobaan buat kita, yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat dan cinta yang diliputi oleh hawa nafsu, sehingga mengakibatkan makin berkurangnya rasa malu dalam diri manusia tarsebut. Dan akhirnya, kita tidak segan lagi untuk berbuat maksiat, bahkan merasa bangga dengan kemaksiatan yang telah kita perbuat. Inilah akibat jika kita tidak bisa mengendalikan cinta.
Islam adalah agama yang hanif. Agama ini diturunkan agar menjadi petunjuk bagi umat manusia. Agama Islam juga tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta, tetapi agama ini telah mengarahkan cinta agar tetap berada pada “relnya” untuk menjaga martabat dan kehormatan umat manusia itu sendiri, baik laki-laki maupun perempuan.
Kalau kita sudah jatu.h cinta maka kita harus lebih berhati-hati, karena laksana kita minum air laut semakin diminum malah semakin bertambah haus. Cinta yang sejati hanyalah cinta kepada Allah SWT. Demikian juga, cinta kepada lawan jenis adalah cinta setelah akad nikah, adapun selebihnya adalah cobaan dan fitnah buat kita saja. Maka berhati-hatilah kita dan berusahalah untuk mengendalikan rasa cinta dalam diri kita.
Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam pergaulan. Jagalah batasan-batasan antara laki-laki dan perempuan, tundukkanlah pandangan, dan jangan dekati zina dalam bentuk apapun. Dan yang lebih utama lagi, alihkan cinta kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Jangan kita memperturutkan hawa nafsu, karena nafsu bisa menjerumuskan kita kepada jurang kenistaan. Sepertinya cinta, tapi ternyata hanya nafsu belaka.
Dari prespektif yang berbeda, telah disebutkan diawal tulisan ini bahwa dunia yang semakin dewasa ini sarat dengan pristiwa-peristiwa yang menggambarkan manusia-manusia dibumi ini tidak lagi menjunjung tinggi cinta terhadap manusia. Suatu contoh yang dapat kita ambil pelajaran darinya yaitu suatu hal yang telah terjadi dijalur Gaza Irak yang selalu dibombandir oleh Pasukan Palestina.
“Ya Allah..., aku memohon kepada-Mu kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada orang yang mencintai-Mu, dan aku meminta amalan yang bisa mengantarkan aku kepada cinta-Mu.”
 
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dunia kita sekarang ini terbelenggu dengan belenggu materialisme dan tergoncang oleh hawa nafsu,,vested Interes, dan nafsu ananiah (individualisme). Hati manusianya penuh dengan dendam, dengki dan berbagai macam kebencian. Ia membutuhkan siraman cinta dan air kasih sayang untuk mengompres luka, mencuci dengki, mendinginkan dendam, meredakan fitnah, menekan kesewenang-wenangan, menghhilangkan kaebencian dan nafsu ananiah.
Kiranya manusia saat ini yang terus menghadapi pertarungan dan ditindih beban kehidupan materialistis dan penuh luka, sangat membutuhkan “Cinta Islami” (mahabbah islamiah) yang dapat mengantarkan kita kepada kedamaian, keamanan dan keimanan serta persaudaraan yang suci. Cinta adalah pengobat segala luka, pendamai segala pertarungan, peredam segala kemarahan atau bahkan perobek dinding perbedaan antara manusia satu dengan manusia yang lainnya.
4.2 Saran
Dengan berlandaskan hadits Rasulullah yang artinya : “Perumpamaan orang mukmin didalam cinta mencintai, kasih mengasihi dan sayang menyayangi, adalah bagaikan satu tubuh, manakala satu anggotanya menderita sakit, maka seluruh anggota badannya terasa demam dan tidak bisa tidur” (HR.Muslim), dengan demikian cinta adalah suatu alat untuk menjadikan kita bersatu kembali dimana kita telah lama berpecah belah, dimana kita telah lama bermusuh-musuhan dan tidak peduli sama sekali dengan keadaan saudara-saudara kita yang teraniaya, tertimpa musibah.
Jadikan cinta sebagai suatu alat yang akurat untuk mencapai suatu persaudaraan yang hakiki, dimana realita yang kita rasakan sekarang ini kehidupan atau roh manusia telah hilang sekian lamanya, peradaban modern dengan segala olah dan gejolaknya yang menimbulkan berbagai macam penyakit psikis yang sulit diobati dan memang jarang sekali ada obatnya, dengan cinta dan segala maknanya akan dapat mambuatnya terobati.

Daftar Pustaka
Mustafa,Ahmad.1999.Ilmu Budaya Dasar.Bandung:CV.Pustaka Setia
Mujib,Abdul.2002.Risalah Cinta.Jakarta:Raja Grafindo Persada
Notowidagdo,Rohiman.1995.Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan Al Quran dan Hadits.Jakarta: Raja Grafindo Persada
Abuya Sheikh Imam Ash’ari Muhammad At Tamimi.2001.Kasih Sayang Kunci Perpaduan Sejagat.Giliran Timur.Hawariyan

Comments

Post a Comment