Ibu rumah tangga terkadang merasa kesulitan menerapkan kewajiban puasa bagi anak-anak. Tentunya anak-anak yang belum akil-baligh memang tidak diwajibkan berpuasa. Tapi tidak ada salahnya jika anak-anak sejak dini dilatih berpuasa. Ini penting, agar di kemudian hari dia tidak terlalu sulit melaksanakan kewajiban tersebut saat mereka dewasa. Karena itu diperlukan cara yang benar dan metode yang tepat untuk melatih anak-anak beribadah, khususnya berpuasa.
Syekh Ibrahim Ridha, salah seorang imam masjid dan pengajar di Wizaratul Awqaf Mesir mengatakan, "Kaum ibu harus membiasakan anak-anaknya berpuasa, tapi tidak harus satu hari penuh melainkan lakukan secara gradual. Misalnya dimulai dengan mengajaknya berpuasa sampai Zuhur. Inipun masih ijtihadi (usaha alternatif), bukanlah merupakan suatu keharusan. Ibu-ibu juga bisa memulainya dengan metodologi dialog atau berbicara dahulu kepada sang anak sebelum tiba bulan Puasa. Misalnya membicarakan tentang keutamaan bulan Ramadhan dan mengapa orang-orang banyak yang tidak makan dan minum pada bulan itu. Dengan demikian si kecil akan berfikir mengapa dirinya tidak puasa? Lalu setelah bulan puasa tiba, kita bagi-bagi lagi. Pada hari itu si anak berpuasa hanya satu jam, setelah itu dua jam, lalu bertambah tiga jam. Begitu seterusnya sampai satu hari penuh pada hari berikutnya. Dengan begitu puasa akan terpatri dalam dirinya menjadi satu kebiasaan".
Dalam satu riwayat Rasulullah saw bersabda, "Suruhlah anak-anakmu mendirikan sholat pada usia tujuh tahun. Dan sentillah mereka ketika berusia sepuluh tahun".
Secara tekstual Hadis itu menggunakan "wadhribuuhum" (pukullah mereka). Ahli fiqih menambahkan bighairi mubarroh (pukulan yang tidak bikin "bareuh", atau melukai). Karenanya saya lebih setuju kalau anak-anak cukup disentil saja anggota badannya.
Menyangkut sholat, kita latih anak-anak kita dari umur tujuh tahun hingga sepuluh tahun. Kalau puasa, kita latih anak-anak sejak usia mendekati masa pubertas. Hikmah yang bisa kita petik dari latihan tersebut agar anak-anak terbiasa taat, sehingga kebiasaan-kebiasaan itu bernilai ibadah. Dan kelak apabila mereka sudah puber dan mumayyiz kebiasaan yang berubah menjadi ibadah itu menjadi kewajiban yang tidak lagi memberatkan. Sedangkan "anak-anak" yang sudah dewasa dan tidak membiasakan diri puasa dan sholat sejak kecil tidak perlu menggunakan cara pelatihan seperti ini.
Anak kecil sejatinya tidak perlu dipaksa puasa. Tetapi anak kecil yang "normal" akan mengikuti kebiasaan bapak-ibunya yang berpuasa. Dengan demikian terbuka lebar peluang orang tua untuk memberinya semangat puasa hingga "usia wajib puasa", sebagaimana firman Allah swt
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. Al-Baqarah: 183)
Artinya, wahai hamba-hamba-Ku, kalian jangan takut puasa, karena puasa ini juga sudah diwajibkan kepada kaum sebelum kamu, dan mereka sudah menjalankannya. Kemudian, puasa juga menjadi lebih mudah karena umat-umat lain sebelum nabi Muhammad saw lahir juga pernah diwajibkan berpuasa. Dengan demikian, kalau saja umat lain bisa melakukan ibadah puasa, maka mengapa kita tidak? Kita pun bisa melakukan ibadah seperti umat-umat lain melakukannya.
****
Berdasarkan penelitian, berpuasa memberi dampak positif bagi perkembangan fisik dan mental anak. Beberapa ahli meyakini puasa meningkatkan hormon pertumbuhan anak dan meningkatkan daya tahan tubuh. Secara psikologis anak yang berpuasa memiliki pola hidup lebih disiplin, sabar, mau berbagi dan mengendalikan diri. Namun, karena si kecil memiliki kemampuan terbatas, jangan memaksakan mereka berpuasa.
Sejak kapankah tepatnya mulai memperkenalkan dan mengajarkan si kecil tentang puasa? Berdasarkan laman Pediatrica Gadjah Mada, orangtua boleh memperkenalkan puasa kepada buah hati saat memasuki usia empat tahun. Latih anak untuk makan sahur bersama dan berpuasa selama beberapa jam selama beberapa hari. Semakin dewasa usia anak, berikan rentang waktu berpuasa yang lebih lama seperti setengah hari pada minggu berikutnya dan dilanjutkan berpuasa hingga berbuka.
Berikut ini beberapa tips sederhana, dalam mengajarkan anak berpuasa:
1. Pengertian
Tanamkan pengertian dan pemahaman mengenai puasa, mengapa berpuasa penting, keuntungan berpuasa serta pahala yang akan diperoleh.2. Tetapkan target
Setelah anak memahami arti puasa, buatlah perjanjian berapa hari si kecil akan berpuasa. Sesuaikan dengan kondisi dan usia anak.3. Buat agar sahur menyenangkan
Ajari anak makan sahur dengan lembut dan sabar. Mereka belum terbiasa terhadap pola sahur yang menyita waktu tidur dan makan dalam kondisi mengantuk. Agar anak lebih mudah makan sahur, buatlah menu-menu makan sahur favorit serta menu semenarik mungkin.4. Sibukkan anak saat berpuasa
Ciptakan kegiatan yang menarik selama bulan Ramadan, karena biasanya sekolah berlangsung lebih cepat saat Ramadan. Aktivitas bermain yang tak menguras tenaga akan membuatnya lupa bahwa ia sedang berpuasa.5. Buat Tabel Puasa
Ajak anak membuat tabel mengenai perkembangan puasa dan target mereka selama Ramadan. Beri tanda cek bila anak berhasil mencapai target.6. Berikan hadiah
Jangan lupa memberi anak hadiah setelah berhasil melewati satu hari puasa sesuai target. Pelukan dan ciuman hangat cukup memberi motivasi bagi anak untuk kembali berpuasa esok hari.

Comments
Post a Comment